Jakarta, Seruu.com - Niat ibu rumah tangga ini melaporkan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menimpa dirinya ke polisi, justru membuatnya harus dipenjara. Pasalnya, sang suami malah balik melapor atas tuduhan pemalsuan surat dan keterangan palsu.

Kisah memilukan yang dialami Bl, 33, itu ditangani Polres Jakarta Selatan. Sang suami Bl, pria berkebangsaan Turki, Nc (55), hanya dikenakan wajib lapor. Sedang istrinya, Bl, dipenjara untuk 20 hari ke depan.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Budi Irawan menyatakan, petugas menahan Bl karena ancaman hukuman pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat dan pasal 266 KUHP tentang membuat keterangan palsu, di atas lima tahun penjara. "Nc tidak kami tahan, karena ancaman hukumannya hanya 4 bulan,” ujarnya, Jumat (6/1).

Menurut Budi, penyidik juga telah memproses pihak yang terkait Bl yaitu pihak rumah sakit yang membuat akta kelahiran palsu. "Yang dari rumah sakit 1 orang. Barang bukti yang disita yaitu surat tanggal lahir dan beberapa orang saksi yang sudah diperiksa yaitu pegawai rumah sakit dan pegawai kelurahan," ungkapnya.

Untuk kasus Nc, polisi telah memproses dan berkas sudah dikirim ke kejaksaan alias sudah P 21. Disebutkan, yang dilakukan oleh suami terhadap isteri itu tidak menimbulkan penyakit atau halangan untuk menjalankan pekerjaan jabatan atau mata pencaharian atau kegiatan sehari-hari.

"Dia terkena pasal 44 tentang KDRT dengan ancaman 4 bulan penjara. Itu kan di bawah 5 tahun. Selama ini dia juga selalu datang kalau dipanggil. Kalau bisa ditahan juga akan kami tahan," tandasnya.

Keretakan hubungan sepasang kekasih ini usai keduanya melangsungkan pernikahan pada Mei 2010. Nc yang berusia 20 tahun lebih tua berubah temperamental dan mudah main tangan.Saat wanita itu hamil, sikap Nc tidak berubah dan tetap melakukan kekerasan kepada Bl.

Saat hamil usia 7 bulan, pria asing ini memukuli Bl dan menendang kaki dengan sangat keras. Tidak terima dikasari, Bl melaporkan hal ini ke polisi. Polisi pun menetapkan Nc sebagai tersangka dan Bl dalam perlindungan polisi. [pk/jf]

KOMENTAR SERUU