Kuatno dan Topan saat meninggalkan Kejari Cilacap
Setelah pelimpahan, kewenangan atas tersangka ada pada JPU. Karena kita berkeyakinan mengalami lemah mental maka kami tidak melakukan penahanan terhadap dua tersangka pencuri pisang tersebut. Untuk langkah selanjutnya, apakah kasusnya akan dihentikan atau dilanjutkan, menunggu pengkajian dan arahan pimpinan

Cilacap, Seruu.com – Setelah mendapat pelimpahan berkas dari Polres Cilacap (Jateng), Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat membebaskan penahanan dua tersangka pencuri pisang, Kuatno dan Topan.  Polisi sempat menahan keduanya selama 55 hari sejak 11 Nopember 2011 silam.

 

Kejari berkeyakinan, sesuai pasal 44 KUHP, orang dalam kondisi mengalami gangguan mental demikian tidak bisa diproses secara hukum karena tersangka tidak bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pelimpahan kasus tersebut diwarnai tarik ulur dan akhirnya diterima jaksa penuntut Umum (JPU) Kejari Cilacap melalui proses yang cukup panjang.  Mulai dilimpahkan pukul 15.00 WIB dan baru selesai pukul 17.30 WIB.

“Karena sudah P21 kami menerima pelimpahan tersangka dan juga barang buktinya. Tetapi karena pertimbangan keyakinan kami atas hasil pemeriksaan psikologi,  JPU tidak melakukan penahanan atas keduanya,” ujar Kajari Cilacap Sulijati didampingi Kasi Pidana Umum Eko Bambang, Jum’at (6/1/2012) petang.

Keduanya tidak ditahan, karena kejaksaan sudah melakukan tes kejiwaan keduanya.  Pemeriksaan terhadap tersangka ini dilakukan Kejari Cilacap. Kejaksaan mendatangkan seorang dokter untuk memeriksa kesehatan fisiknya serta dua orang psikolog yakni Reni Kusumawardani dan Riski Praptikasari.

“Setelah pelimpahan, kewenangan atas tersangka ada pada JPU. Karena kita berkeyakinan mengalami  lemah mental maka kami tidak melakukan penahanan terhadap dua tersangka pencuri pisang tersebut.  Untuk langkah selanjutnya, apakah kasusnya akan dihentikan atau dilanjutkan, menunggu pengkajian dan arahan pimpinan,” kata Suliyati.

Sebelumnya Sulijati mengatakan, hasil pemeriksaan menggunakan tes Raven terhadap Kuatno, diketahui bahwa tersangka tersebut memiliki kemampuan penalaran pada "grade" 5 kategori retardasi mental, sedangkan tersangka Topan memiliki kemampuan penalaran pada "grade" 4 kategori di bawah rata-rata minus. Sedang hasil tes Hustler, tersangka Kuatno diketahui memiliki nilai"IQ Verbal" sebesar 46, "IQ performace" 42, dan "IQ Total" 41 retardasi mental. Sementara tersangka Topan memiliki nilai "IQ verbal" 49, "IQ Performance" 46, dan "IQ Total" 44. [py]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (2 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU