1000 pisang untuk bebaskan kuatno
"Bagi masyarakat yang simpati pada kasus pencurian pisang di Cilacap bisa menyumbangkan pisang disini,"

Purwokerto, Seruu.com – Setelah gerakan dukungan 1.000 sandal untuk AAL, pelajar pencuri sandal di Palu, Sulawesi, kini giliran mahasiswa Purwokerto menggelar gerakan 1.000 pisang untuk Kuatno.

Kuatno adalah tersangka pencuri 9 tandan pisang yang kini mendekam di Polsek Kesugihan Cilacap (Jateng). Pihak keluarga Kuatno menyebut jika Kuatno mengalami keterbelakangan mental, sementara polisi menyatakan Kuatno sehat, sehingga proses hukumnya akan dilanjutkan.

Gerakan 1.000 pisang dilakukan oleh para aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Banyumas, Jumat (6/1/2012). Mereka mendirikan posko di depan SMA Muhammadiyah Purwokerto. Di posko terdapat beberapa tulisan antara lain '1.000 pisang tuntut polisi bebaskan Kuatno', dan 'Pisang akan diserahkan ke polisi untuk pembebasan Kuatno'.

Korlap aksi, Irfan Fatkhurohman mengatakan posko akan mengumpulkan pisang dari masyarakat. Nantinya bila sudah terkumpul banyak atau mencapai 1.000 pisang akan diserahkan ke Polres Cilacap atau Mabes Polri di Jakarta.

"Bagi masyarakat yang simpati pada kasus pencurian pisang di Cilacap bisa menyumbangkan pisang disini," kata Irfan.

Irfan berharap, masyarakat menyumbang pisang mentah karena pisang matang mudah membusuk.

Seperti diberitakan Seruu sebelumnya, Polres Cilacap tengah memproses dua tersangka pemuda yang diduga mengalami keterbelakangan mental pada kasus pencurian pisang. Tersangka Kuatno (21) dan Topan (25) warga Mertasinga Cilacap ditangkap Jumat (11/11/2011) siang saat mencuri pisang di Kalisabuk,

Kasus pencurian pisang berawal dari laporan masyarakat terkait dugaan pencurian pisang pada Jumat, 11 November 2011. Barang bukti yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP), ada 15 tandan, bukan sembilan buah pisang. Petugas yang mendatangi TKP mendapati dua tersangka yang sudah dikerumuni massa, yakni Kuatno dan Topan.

"Polisi wajib melakukan tindakan pengamanan sehingga petugas dari Polsek Kesugihan membawa kedua tersangka ke Polsek dan di sana dilakukan pemeriksaan dalam kapasitas penyidikan," katanya.

Berdasarkan keterangan kedua tersangka, kata dia, diketahui pelaku yang paling berperan dalam kasus tersebut adalah Kuatno. Bberkas perkara telah dilimpahkan ke Kejari Cilacap pada 9 Desember 2011 dan dinyatakan P-21 pada 23 Desember 2011. [py]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (2 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU