Samarinda, Seruu.com - Tingkat pendidikan di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) hingga akhir 2011 berdasarkan laporan Bappenas sudah berada di atas rata-rata nasional, yakni lama belajar yang mencapai 8,5 tahun sehingga masuk dalam 6 besar di seluruh Indonesia.

"Saat ini jumlah siswa di Kaltim sebanyak 856.533 anak dengan rincian, siswa TK/PAUD sebanyak 83.731 anak, SD/MI sebanyak 469.447 anak, SMP/MTs terdapat 171.662 anak, dan siswa SMA/MA/SMK sebanyak 131.662 anak," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kaltim, H Musyahrim di Samarinda, Jumat (06/1/2012).

Musyahrim yang didampingi Kabid Pembinaan Pendidkan SMP dan SMA, Asli Nuryadin ini melanjutkan, untuk Angka Partisipasi Kasar (APK) atau persentasi anak yang sekolah terjadi ketidakmerataan mulai TK hingga SMA atau yang sederat.

APK untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) atau Taman Kanak-kanak (TK) baru mencapai 56,11 persen, sedangkan APK untuk SD sudah mencapai 109,66 persen, SMP 94,38 persen, dan APK untuk SMA atau yang sederajat sebesar 84,25 persen.

Sedangkan jumlah sekolah yang ada di provinsi itu sudah mencapai 5.474 unit, rinciannya adalah PAUD/TK terdapat 2.092 unit, SD/MI sebanyak 2.092 unit, SMP/MTs terdapat 800 unit, dan jumlah SMA/SMK/MA sebanyak 490 unit. Sedangkan jumlah guru mencapai 61.547 orang.

Sementara itu, jumlah warga buta aksara Kaltim juga masih menunjukkan angka yang menggembirakan, yakni hanya 2,05 persen dari jumlah penduduk berusia 15 tahun ke atas, sehingga daerah itu masih berada di atas rata-rata nasional yang sebesar 4,79 persen.

Dilanjutkan, dari angka 2,05 persen atau terdapat 36.080 warga yang buta aksara itu, penduduk terbanyak adalah perempuan, yakni terdapat 22.791 orang, dan sisanya yang 13.289 orang merupakan penduduk laki-laki.

Sedangkan daerah yang paling banyak mengalami buta aksara adalah di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang mencapai18.555 orang. Rinciannya adalah, 10.382 penduduk perempuan, dan yang 8.173 merupakan merupakan penduduk laki-laki.

Urutan terbanyak kedua adalah di Kabupaten Paser yang mencapai 5.150 jiwa, yakni 868 warga buta aksara berjenis kelamin laki-laki, dan yang 4.282 orang merupakan penduduk berjenis kelamin perempuan.

Urutan ketiga di Kabupaten Nunukan yang mencapai 4.365 orang, dengan rincian, penduduk laki-laki sebanyak 1.850 jiwa, dan yang 2.515 orang merupakan penduduk perempuan.  [ndis]

KOMENTAR SERUU