Tujuhbelas tahun sudah cukup bagi kami, lahan kami diambil, tenaga kami diperas bahkan nyawa rekan kami melayang demi karena mempertahankan hak kami sendiri,"

Mesuji, Seruu.com - Warga Sritanjung Kabupaten Mesuji Provinsi Lampung menuntut pencabutan hak guna usaha PT Barat Selatan Makmur Invesindo (BSMI) Mesuji, Lampung dan mengembalikan lahan ke warga.      
"Itupun kalau pemerintah masih peduli pada rakyatnya," kata Ajar Etikanan, salah satu tokoh Warga Sritanjung, di Mesuji, Lampung, Jumat (06/1/2012).

Menurutnya, warga sudah tidak lagi menghendaki PT BSMI mengelola kembali lahan tersebut, karena sudah menderita begitu lama."Tujuhbelas tahun sudah cukup bagi kami, lahan kami diambil, tenaga kami diperas bahkan nyawa rekan kami melayang demi karena mempertahankan hak kami sendiri," katanya.
       
Informasi yang berkembang, perusahaan kini merekrut petugas pamswakarsa, mereka diiming-imingi gaji Rp2 juta untuk dihadapkan warga. "Kami ini sudah tidak takut lagi, nyawa sudah kami serahkan, bahkan sudah kami niatkan dalam hati perjuangan ini sudah dianggap jihad," ujarnya.
       
Dalam pertemuan dengan anggota DPR Budiman Sujatmiko, warga juga memaparkan kronologi bentrok dengan aparat kepolisian.
       
"Kami sama sekali tidak melawan petugas, November kala itu, kedatangan kami ramai-ramai ke Polres hanya untuk menanyakan keberadaan teman kami yang hilang, belum sempat kami bertanya kami sudah dibrondong peluru oleh petugas," kata dia.
       
Persenjataan yang terdokumentasi dalam video yang beredar merupakan alat penunjang kerja perkebunan sawit. Lahan seluas 1.700 hektare milik masyarakat diklaim oleh PT BSMI yang dijanjikan sebagai plasma. Dengan demikian ada inti 1.300 hektare.
       
Ada sebuah perjanjian inti dan plasma dibangun BSMI tapi setelah inti jadi plasma tidak bangun hingga menimbulkan kerusakan. Lahan 1.700 hektare itu diklaim karena perusahaan telah mengganti senilai Rp75 ribu per hektare pada tahun 1994.
       
Sekarang yang menjadi tuntutan warga adalah mengambil lahan 1.700 hektare. Lahan itu  milik warga dan dikelola serta dirawat oleh warga, tetapi justru dikriminalisasikan oleh perusahaan.
       
Warga mengakut sudah menempuh cara-cara damai untuk mengambil lahan 1.700 hektare lahan milik warga, namun karena HGU dipegang oleh BSMI warga tidak memiliki hak lahannya itu. [mus]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (1 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU