Bekasi, Seruu.com - Buntut ditolaknya proses balik nama sertifikat PT Kymco, Jumat (6/1) ini ratusan mantan pekerja pabrik perakitan sepeda motor itu kembali akan mendatangi kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bekasi. "Kami akan tetap memperjuangkan hak yang sudah lama diabaikan perusahaan,” ujar Echa, koordinator aksi.

Pihak karyawan melakukan ini lantaran sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) lahan perusahaan PT Kymco yang dijual ke perusahaan lain tidak kunjung diselesaikan oleh BPN. Padahal itu menjadi syarat akte jual beli.

Karyawan berkepentingan dengan penjualan aset tersebut karena hasil penjualan aset akan dibagikan pada mantan karyawan PT Kymco yang sudah di PHK sejak tahun 2008.

Kuasa hukum buruh Nyumarno mendesak BPN Kabupaten Bekasi untuk mencabut blokir sertifikat HGB nomer 351/ Sukaresmi atas nama PT Kymco Motor Indonesia berdasarkan surat dari Kantor Hukum Hutabarat Halim dan Rekan (asido M.penjaitan qq yudi lamanto) nomer ref 1020/LIP-0718/L/IX/II/AMP-ATS, tanggal 19 September 2011 perihal pemblokiran agenda nomer 11/III/-BLK/IX/2011 pada tanggal 22 September 2011 DI 307:106745/2011 tanggal 22 September 2011.

Mereka menilai BPN menunda-nunda pekerjaan. ”Kalau sudah dibalik nama lahan ini, otomatis uangnya pun bisa dicairkan. Sedangkan, uang tersebut nantinya akan dibagi secara merata ke seluruh karyawan PT Kymco. Makanya, seluruh karyawan marah karena haknya diperlambat oleh BPN,” kata Nyumarno.

Nyumarno menolak menyebut nama perusahaan yang membeli lahan bekas pabrik Kymco tersebut. [ndis]

KOMENTAR SERUU