Pekanbaru, Seruu.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekanbaru, Riau, menggugurkan calon wali kota terpilih, Firdaus MT karena ditenggarai memalsukan dokumen pencalonan terkait status istri. Penganuliran tersebut dituangkan dalam Surat Keputusan KPU Pekanbaru Nomor 79 Tahun 2011 tertanggal 28 Desember 2011.

Dalam SK hasil rapat pleno lembaga tersebut mengugurkan H Firdaus sebagai calon Walikota Pekanbaru. Di antaranya, berdasarkan berita acara nomor 56/BAP/KPU/PBR-2011 tanggal 27 November 2011, bahwa H Firdaus MT dinyatakan tidak lagi memenuhi syarat sebagai calon walikota Pekanbaru tahun 2011, karena telah melakukan pembohongan publik dalam mengisi formulir sebagai kandidat. Firdaus dianggap menipu karena tidak mencantumkan nama istri keduanya.

"Itu merupakan tindak lanjut dari simpulan kita bahwa salah satu calon TMS (tidak memenuhi syarat) pada bulan November lalu. Karena saat itu, kita berada dalam putusan sela MK yang perintahnya harus laksanakan PSU, makanya kita tidak bisa melakukan eksekusi," kata Komisioner KPU Pekanbaru, Neni Astuti saat dikonfirmasi Haluan Riau, Kamis (5/1).
 
Anehnya, keputusan yang dihasilkan melalui rapat pleno lembaga tersebut dibuat berselang sehari setelah Rapat Pleno Penetapan hasil suara PSU (pemungutan suara ulang) Pemilukada Pekanbaru pada 27 Desember 2011, atau enam hari setelah dilaksanakannya PSU pada 21 Desember 2011.

Hasil pleno rekapitulasi PSU di Hotel Ibis Pekanbaru, Selasa (27/12) itu memastikan pasangan nomor urut 1 Firdaus-Ayat Cahyadi memperoleh suara terbanyak, Calon Walikota dan Wakil Walikota yang diusung Partai Demokrat, PKS, Hanura, PBB dan PDIP meraih total 153.856 suara atau 61,76 persen. Disusul pasangan Septina Primawati-Erizal Muluk dengan 95.271 suara (38,24 %).

Seperti diketahui, pada pemungutan suara Pemilukada Pekanbaru yang digelar 18 Mei 2011 lalu pasangan Firdaus-Ayat Cahyadi dinyatakan menang oleh KPU Pekanbaru. Namun, rival Firdaus, pasangan Septina Primawati Rusli-Erizal Muluk melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. MK-pun mengabulkan gugatan calon Walikota yang merupakan istri Gubernur Riau, Rusli Zainal tersebut dan memutuskan dilakasanakannya pemilihan ulang.

Sebelum dilakukan pemungutan suara ulang, Firdaus MT dilaporkan LSM ke Gakumdu dengan tuduhan pemalsuan dokumen. Sebab, Firdaus diketahui tidak mencantumkan tentang istri keduanya dalam berkas lampiran formulir Pemilukada. Polisi langsung memproses laporan tersebut dan ditetapkan menetapkan Firdaus sebagai tersangka. Firdaus dijerat pasal 115 ayat 6 UU No 22 Tahun 2007 tentang Pemilukada.

Meski status Firdaus telah menjadi tersangka, KPU Pekanbaru tetap menjalankan pemungutan suara ulang. KPU tidak menggugurkannya sebagai calon walikota Pekanbaru, namun usai satu hari rapat pleno Penetapan hasil suara PSU lembaga pemilihan umum tersebut digelar, KPU Pekanbaru mengeluarkan SK Pengguran Firdaus MT sebagai Calon Walikota Pekanbaru 2011. [jf]

KOMENTAR SERUU