Yogyakarta, Seruu.com - Polda Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (5/1) resmi menetapkan George Junus Aditjondro sebagai tersangka dalam kasus pencemaran nama baik lembaga Keraton Yogyakarta.

 "Setelah kami melakukan pemeriksanaan terhadap terlapor George Junus Aditjondro selama empat jam mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB, kami menemukan bukti kuat terlapor telah melakukan tindak pidana pencemaran nama baik," kata Direktur Reserse Umum Polda Daerah Istimewa Yogyakarta Kombes Kris Erlangga.

Menurut dia, George Junus Aditjondro yang sempat menghebohkan dengan bukunya "Gurita Cikeas" tersebut dijerat melanggar pasal 156 KUHP, yakni perbuatan melakukan pencemaran nama baik seseorang atau institusi.

"Setelah ditetapkan sebagai tersangka, yang bersangkutan memang tidak kami lakukan penahanan karena ancaman hukuman kurang dari lima tahun. Namun kami melakukan pencekalan terhadap yang bersangkutan untuk ke luar negeri," katanya.

Ia mengatakan, dengan penetapan status sebagai tersangka ini maka pihaknya segera melangkapi berkas acara pemeriksaan (BAP) untuk kemudian dilimpahkan ke Kejaksaaan.

"Mudah-mudahan segera dapat dilimpahkan ke kejaksaan dan proses hukum dapat segera berlanjut," katanya.

Sebelumnya Forum Masyarakat Yogyakarta (FMY) mendatangi Polda DIY, Kamis (1/12) dan melaporkan George Junus Aditjondro lantaran dinilai menghina Keraton Yogyakarta melalui pernyataannya yang mengatakan "jangan disamakan dengan Kerajaan Inggris, Keraton Yogyakarta hanya sekedar Keraton, Keraton itu ya Kera ditonton".

Kalimat tersebut dikatakan George Junus Aditjondro pada diskusi publik bertema "Membedah Status Sultan Ground/Pakualaman Ground Dalam Keistimewaan Yogyakarta" di Auditorium Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Rabu (30/11). [ndis]

KOMENTAR SERUU