Kali Pabelan
Nahas, baru beberapa meter menyeberangi alur sungai, ketiga rekannya yang ada di depan yakni, Dwi Susanti, Natanail dan Deby terseret arus

Magelang, Seruu.com - Tiga mahasiswi tewas menjadi korban banjir lahar dingin di hulu Kali Pabelan, Kabupaten Magelang (Jateng), Kamis (5/1/2012). Ketiga korban masing-masing, Dwi Susanti (20), warga Ungaran, Semarang, dan Natanail (21), warga Demak, keduanya mahasiswi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga. Satu korban lainnya adalah Deby (19), adik Natanail, mahasiswi Soegijapranata Semarang.

 

Mereka ditemukan dalam kondisi tak bernyawa setelah terseret banjir sejauh 1 km, saat berwisata di wahana air terjun Kedung Kayang di Dusun Wonolelo, Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, tak berselang lama usai kejadian.

Sementara lima rekannya, Susi Lestari (23), Fandy Dwi Nugroho (23), Mursiutami (20), Windi Kumala (20) dan Sisca Purniawati (21), yang kesemuanya mahasiswa UKSW Salatiga, berhasil diselamatkan warga sekitar lokasi musibah.

Ketiga korban bersama lima temannya berwisata di obyek wisata air terjun Kedungkayang. Sekitar jam 14.30 saat hujan turun cukup deras. Setelah hujan reda, mereka menuju ke pusat air terjun, dan harus melewati badan sungai karena tidak ada jalan darat. "Saat itu, tidak ada pengunjung lain," kata Supardi, saksi mata.

Baru 30 menit berada di lokasi, tiba-tiba banjir datang. Saat itu, hulu sungai yang berada di tengah lereng Merbabu dan Merapi terjadi hujan sangat deras. Para mahasiswi itu sempat diperingatkan, tapi mereka tidak mengindahkannya. Saat banjir datang, kedelapan mahasiswa tersebut berada di seberang sungai menuju ke air terjun. Di belakang mereka ada tebing setinggi 30 meter. Tidak ada tempat lain yang bisa mereka gunakan untuk menepi.

Khawatir terjadi banjir yang lebih besar, mereka memutuskan untuk kembali ke tempat semula dengan menyebrangi sungai. Padahal, banjir yang datang sudah setinggi dada orang dewasa. "Takut banjir lebih besar, kita nekat nyeberang saja dengan berpegang tangan," kata Sisca, salah satu korban selamat.

Nahas, baru beberapa meter menyeberangi alur sungai, ketiga rekannya yang ada di depan yakni, Dwi Susanti, Natanail dan Deby terseret arus. "Kita sudah teriak tetapi tidak ada yang mendengar dan memberi pertolongan," katanya sedih.

Tak ayal lagi, ketiga korban tak mampu menahan derasnya arus banjir dan hanyut. Setelah sempat terseret banjir sejauh 1 km, jazad mereka ditemukan di dekat Dam Nglampahan di dekat persimpangan Kali Apu dan Kali Pabelan. "Mereka sudah meninggal," kata Kepala Tim SAR Kabupaten Magelang, Heri Prawoto. [py]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: star bwstar goldstar goldstar goldstar bw (3 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU