Ilustrasi (Istimewa)

Purworejo, Seruu.com - Edy Agus Sardi alias Riyan (43) warga Desa Maron RT 01 RW 03, Loano, Purworejo (Jateng), diganjar hukuman tujuh tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Purworejo, Kamis (5/1/2012). Lelaki yang sudah beristri dan beranak tiga ini melarikan gadis, sebut saja Mawar (17) ke Kalimantan. Ketika beraksi, Terpidana mengaku sebagai anggota TNI yang tengah mengikuti pendidikan di Semarang.

Edy juga dikenai denda Rp 60 juta, subsider tiga bulan kurungan. Edy terbukti melanggar pasal 81 ayat 2 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Vonis yang dijatuhkan Ketua Majelis Hakim Estavana Purwanto SH itu lebih ringan dari tuntutan JPU Nurlaili SH yang menuntut terdakwa 10 tahun penjara.

Dalam persidangan terungkap, saat membawa lari korbannya, Mawar (17), Edy mengaku sebagai anggota TNI yang sedang mengikuti pendidikan di Semarang. Waktu itu Mawar menerima SMS nyasar dari Edy hingga berlanjut ke perkenalan.

Ketika perkenalan, Edy mengaku sebagai 'tentara'. Kebetulan saat itu Mawar mengidolakan punya suami tentara. Selanjutnya pada 19 Mei 2011, terpidana mengaku pendidikan TNI-nya telah selesai dan akan melamar Mawar. Mawar diminta menjemput terdakwa di terminal lama Suronegaran Purworejo.

Mawar lalu ke Pasar Suronegaran sekitar pukul 14.00 dan menjumpai terpidana. Mawar sempat kaget, karena ternyata calon pacarnya agak tua. Setelah mengobrol sebentar, terdakwa mengajak Mawar ke Semarang untuk mengambil peralatan pendidikan yang masih tertinggal. Berdua mereka menuju Semarang. Namun karena hari sudah sore, mereka menginap di sebuah hotel di Magelang. Di hotel inilah, selama dua hari, Mawar dicabuli oleh terpidana dengan ancaman bila tidak mau melayani akan disantet.

Pada hari Minggu (22/5/2011), Mawar diajak ke pelabuhan Semarang untuk diajak ke Kalimantan. Mawar berusaha menolaknya, namun lagi-lagi terpidana mengancam akan menyantet dirinya dan keluarganya. Akhirnya mereka pun ke Semarang. Ternyata keberangkatan kapal diundur hingga Seninnya (23/5). Terpidana kembali mengajak Mawar menginap di sebuah losmen dekat pelabuhan. Di losmen tersebut, terdakwa kembali minta dilayani Mawar.

Esoknya, keduanya naik kapal menuju Kalimantan dan turun di Pelabuhan Kumai. Mereka naik taksi menuju Kotawaringin di Kalimantan Selatan tepatnya di base camp PT Astra. Selama tinggal di base camp, korban dipaksa melayani terpidana selama tiga bulan lamanya. Akibatnya korban pun mengalami kehamilan. Setelah pulang ke Purworejo, korban melaporkan kasusnya ke polisi. [py]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (1 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU