Gubernur Jatim, DR. H. Soekarwo melakukan kerjasama dengan Gubernur Kaltim, Dr. H. Awang Farouk Ishak

Surabaya, Seruu.com - Merasa kekurangan tenaga kerja untuk membangun Food Estate seluas 200.000 Ha, Pemerintah Kalimantan Timur meminta bantuan Pemprov Jatim untuk membantu tenaga kerja terlatih.

Tawaran tersebut dilontarkan oleh Gubernur Kaltim Dr. Awang Farouk Ishak kepada Gubernur Jatim Soekarwo usai penandatanganan kerjasama antara Kaltim dan Jatim di Grahadi Surabaya, Kamis (5/1/2012). Menurut Soekarwo,  tenaga kerja yang dikirim ke Kaltim melalui program transmigrasi akan mendapatkan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan bidang yang akan ditekuni dan disesuaikan dengan kebutuhan.

 Mereka juga akan dibekali pendidikan moral dan budaya sesuai dengan adat daerah yang akan di tempati.  Diharapkan ketika mereka diterjunkan ke daerah tujuan sudah tidak ada lagi halangan dan masyarakat setempat juga mau menerima mereka.

 Pada prinsipnya, pengiriman tenaga kerja ke suatu daerah mempunyai tujuan untuk memperbaiki taraf kehidupannya, sehingga mereka harus dibekali ilmu pengetahuan dan keahlian sesuai dengan lapangan kerja yang akan dikelolanya ”Dengan luas 200.000 Ha, diharapkan dapat menyerap 400.000 tenaga kerja asal Jatim,”ujar mantan Sekdaprov Jatim ini.

 Dijelaskan pula oleh pria yang akrab dipanggil Pak De Karwo, transaksi perdagangan Jatim dengan Katim. Mulai Januari sampai Mei 2011 komoditi perdagangan yang dilakukan dari Kaltim menuju Jatim sebesar Rp. 1,833 triliun, sedangkan perdagangan dari Jatim menuju Kaltim sebesar Rp. 1,196 triliun.

 Sementara itu, Gubernur Kaltim Dr. H. Awang Farouk Ishak, MSi, menyampaikan kerjasama dengan Pemprov Jatim  telah dilakukan sejak beberapa dekade yang lalu.

 Hal tersebut dapat dibuktikan saat ini 79.612 jiwa yang terdiri lebih dari 20 ribu KK penduduk Kaltim berasal dari Jatim.Saat ini, lanjut Awang Farouk Ishak, Kaltim yang mempunyai areal seluas 1 ½ luas P Jawa dan Madura dengan jumlah penduduk 3,5 juta jiwa, sedang berbenah untuk ikut meningkatkan perbaikan perekonomian nasional.

 Ada perbaikan infrastruktur, Power Plant, pengembangan lapang udara,  perkebunan kelapa sawit, dan perikanan darat untuk reklamasi kubangan yang ada akibat pengolahan pertambangan.

 Selain itu dibangun  Food Estate seluas 200.000 Ha.  Kesemuanya memerlukan tenaga kerja terampil, diharapkan kebutuhan tersebut dapat terpenuhi dari naker yang ada di Jatim.[Yudi]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU