Timika, Seruu.com - Pasca kerusuhan yang terjadi akibat perseteruan calon bupati, kondisi Kabupaten Puncak, Papua mencekam. Dikababarkan Enam orang tewas akibat luka tembak antara pendukung kandidat Elvis Tabuni dan Simon Alom di wilayah perbatasan Distrik Gome dengan Distrik Ilaga tersebut.

Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Puncak Yunus Kelatbetme saat dihubungi awak media Rabu (4/1) mengatakan bahwa salah satu korban tewas yang diketahui identitasnya adalah Karel Mayau, Kepala Puskesmas. Jenazah Karel ditemukan warga tergeletak bersimbah darah di jalan.

"Mayat korban di bawa warga dan sore tadi sudah dibakar," kata Yunus Kelatbetme. Ia menjelaskan bahwa dalam perang di Papua ada tradisi bahwa jenazah harus dibakar. Sementara itu korban tewas lainnya hingga malam ini belum diketahui identitasnya. Salah satu korba terluka yang dikenali identitasnya adalah Kepala Distrik Pogoma, Tiperius Murib yang kini dalam keadaan kritis.  

Bentrokan antara dua kubu yang terjadi di Kabupaten Puncak tersebut menurut Yunus tidak hanya menggunakan senjata tajam, namun juga menggunakan senjata api. "Ada satu kelompok yang dilengkapi senjata api paling sedikit 15 orang lebih," ujarnya.

Konflik antar kubu pendukung bupati ini terjadi sejak tahun lalu. Pada pertengahan tahun lalu, belasan warga tewas akibat konflik kedua kubu. Hingga rabu petang belum diperoleh keterangan kepolisian mengenai situasi Kabupaten Puncak. Jurubicara Kepolisian Daerah Papua, Komisaris Besar Wachyono, melalui pesan pendeknya mengatakan polisi masih melakukan penyelidikan dan belum mendapat laporan lengkap dari Kabupaten Puncak. [te/aj]

KOMENTAR SERUU