Suasana Duka Di Rumah Korban
Yang membuh suami saya itu ada tiga orang, saya lihat sendiri saya waktu itu ada di belakangnya, nama itu adalah Markasan, Mattarip dan Samuri itu harus ditangkap karena suami saya tidak punyak salah apa-apa

Sampang, Seruu.com – Asmuna (21) Istri korban Abdur Rahman (35) Warga Dusun Bliker, Desa Sokobena Tenggah, Kecamatan Sokobenah, Kabupaten Sampang, Madura, yang menjadi korban pembunuhan oleh tiga orang tetangga desanya nangis histeris dengan menyebut-nyebut tiga nama pelakunya.

 

Istri korban yang juga sebagai saksi mata di tempat kejadian perkara (TKP) hingga berita ini ditulis selalu menyebut tiga nama pelaku yang pada waktu kejadian melihatnya sendiri. Dengan meminta pelaku pembunuh suaminya pada polisi segera ditangkap. Kalau pelakunya sampai tidak ditangkap Asmuna menilai aparat kepolisian kurang adil.

“Yang membuh suami saya itu ada tiga orang, saya lihat sendiri saya waktu itu ada di belakangnya, nama itu adalah Markasan, Mattarip dan Samuri itu harus ditangkap karena suami saya tidak punyak salah apa-apa,” ujar Asmuna, dengan berteriak-teriak di depan para pelayat di rumah duka, Rabu (4/1/2012).

Asmuna menjelaskan, suaminya dicegat dan diberhentikan oleh tiga pelaku yang keluar dari pohon jagung di jalan desa Bira Timur, satu pelaku langsung memukulnya dari arah pelakang dan dua orang pelaku lainnya langsung membacoknya dengan menggunakan benda tajam.

“Suami saya tidak sempat dilarikan ke rumah sakit karena langsung tewas di tempat, pada saat itu suami saya di bonceng sepupunya dan anak saya juga ikut dan saya jalan kaki dibelakangnya,” ujarnya.

Sementara itu, Sittina ibu korban mengatakan, pihaknya meminta pada polisi untuk segera menangkap semua pelaku pembunuhan anaknya tersebut dimana sekarang berada, kalau tidak sampai di tangkapnya ibu Korban mengancam kalau nyawa hilang berarti harus dibalas nyawa.

“Kenapa pelaku pembunahan anak saya yang ditangkap hanya Mattarip, mana dua pelaku lainnya terutama Markasan dan Samuri tidak ditangkap juga, kalau sampai tidak ditangkap berarti penegak hukum tidak adil, jelas-jelas tiga orang itu pelakunya,”,” ujarnya.

Pantauan Seruu! suasana di rumah duka,  para pelayat dari tetangga dan sanak famili berdatangan dengan diselimuti duka mendalam atas kepergian korban  yang tewas secara mengenaskan. Para palayat mencoba menenangkan istri korban dan ibu dan ayah korban namun tidak berhasil. Mereka selalu menyebut-nyebut tiga nama palaku yang harus ditangkap oleh polisi. [mif]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (1 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU