Keluarga korban pelecehan seksual
Berdasarkan keterangan dari anak saya, ustad ini sering melakukan pelecehan seksual dengan cara sodomi, onani dan oral terhadap santrinya yang memiliki jenis kelamin yang sejenis. Ustad tersebut harus diproses secara hukum dan diadili seberat-beratnya karena perbuatannya sudah sangat keterlaluan

Batang, Seruu.com - M Sob (41), seorang ustad pengajar di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Dholam, Banjiran, Warungasem, Kabupaten Batang (Jateng), diadukan diadukan ke Polres setempat, Rabu (4/1/2012). Sob diduga melakukan pelecehan terhadap sekitar 29 santriwan Ponpes setempat.

Hasanudin, Ketua Koperasi Ponpes Nurul Dholam mengungkapkan, dirinya bersama dengan keluarga korban akhirnya melaporkan perbuatan Ustad M Sob ke Polres Batang karena perbuatannya sudah keterlaluan dan mencemarkan nama baik lembaganya.

Kedatangan Hasanudin bersama dengan keluarga Korban diterima Kanit IV Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) polres Batang, Aiptu Slamet Setiyadi.

Hasanudin menuturkan, ada sekitar 29 santriwan yang menjadi korban dari ustad tersebut. Para santriwan ini telah melaporkan kepada keluarganya terkait perbuatan tak senonoh yang dilakukan oleh M Sob.

Salah satu orang tua korban yang enggan disebutkan namanya menjelaskan, pihaknya meminta kepada aparat kepolisian untuk menindak tegas ustad yang telah melakukan pelecehan seksual terhadap para santrinya.

“Berdasarkan keterangan dari anak saya, ustad ini sering melakukan pelecehan seksual dengan cara sodomi, onani dan oral terhadap santrinya yang memiliki jenis kelamin yang sejenis. Ustad tersebut harus diproses secara hukum dan diadili seberat-beratnya karena perbuatannya sudah sangat keterlaluan,”ungkapnya.

Dia mengatakan, berdasarkan keterangan, perbuatan ustad M Sob sudah dilakukan sejak tahun 2007 lalu. Dari 29 santri yang menjadi korban pelecehan seksual sang ustad, sudah ada 12 santri yang telah membuat surat pernyataan terkait pelecehan seksual dan bermaterai.

“Pada tahun 2007 lalu, perbuatan ustad telah dilaporkan namun diselesaikan secara kekeluargaan. Namun, perbuatan dengan cara pelecehan seksual kali ini sudah melebihi batas. Sehingga, kami melaporkan kasus ini ke polisi. Dilaporkannya pelecehan seksual ke polisi juga sudah mendapat ijin dari kyai sepuh,”paparnya.

Kapolres Batang, AKBP Tony Harsono SIK melalui Kasubag Humas, AKP H Djafar Sodiq membenarkan adanya laporan dugaan pelecehan seksual oleh keluarga korban. [py]
 

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (2 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU