Bandung, Seruu.com - Sidang kasus dengan terdakwa mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, Bambang Heryanto digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung, Jawa Barat, Selasa (3/1). Bambang dituntut 20 penjara terkait kasus dugaan upah pungut pajak bumi dan bangunan (PBB).

Dalam dakwaannya, jaksa penuntut umum Irra Zukna menyatakan terdakwa telah memperkaya diri sendiri dengan melakukan korupsi upah pungut PBB tahun 2005-2008 yang merugikan negara Rp14 miliar. Atas perbuatannya itu Bambang dituduh melanggar Pasal Primer Pasal 2 Ayat 1 Jo 18 Undang-Undang (UU) Tipikor Tahun 1999.

"Terdakwa juga dijerat Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi. Selain memperkaya diri sendiri atau orang lain, juga telah menyalahgunakan wewenang (sebagai Sekda Kabupaten Subang), dengan ancaman penjara 20 tahun," tegas Irra.

Menurut jaksa, Bambang sebagai ketua tim penyusun anggaran telah mengeluarkan draf atau surat pembagian biaya pungut PBB pada bupati, wakil bupati, sekda, kadispenda, hingga ke tingkat kecamatan. Draf tersebut lalu diserahkan kepada atasannya Bupati Subang Eep Hidayat dan keluar surat keputusan (SK) Bupati.

"Tidak dibenarkan membuat aturan. Apalagi memberikan keuntungan pada diri sendiri, orang lain, dan kelompok," jelasnya.

Perkara yang didakwakan jaksa sama dengan tuduhan terhadap Eep sekaligus mantan atasan Bambang. Namun, majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung akhirnya membebaskan Eep dari jerat hukum. "Kasusnya hampir sama dengan kasus Eep," tutur Irra. [ms]

KOMENTAR SERUU