Para pengungsi korban pembakaran rumah di Sampang
Noer Thjaja menegaskan, bahwa selama ini di Sampang tidak ada Syiah, yang ada adalah aliran yang terindikasi melakukan penistaan agama, sehingga meresahkan masyarakat.

Sampang, seruu.com - Kasus pembakaran sebuah pesantren milik penganut Syiah di Desa Karang Gayam Kecamatan Omben Kabupaten Sampang yang diberitakan berbagai media, dibantah Bupati Sampang H Noer Thjaja. Menurutnya, yang benar pembakaran rumah dan mushalla.

Dia menyatakan, semua statemen yang dilontarkan banyak tokoh di media itu hanya dibesar-besarkan. Mereka sebenarnya tidak tahu persoalan yang sebenarnya di masyarakat.
 
"Di Sampang tidak ada pembakaran pesantren. Kalau rumah dan mushalla dibakar, ya," kata Noer Thjaja dihadapan Kapolda Jatim Irjen Pol Drs Hadiatmoko saat melakukan silaturahmi dengan Ketua MUI Jatim, Ketua PWNU Jatim, Forpinda, ulama dan puluhan kiai, di pendopo Kabupaten Sampang, Selasa (3/1).

Lebih jauh Noer Thjaja menegaskan, bahwa selama ini di Sampang tidak ada Syiah, yang ada adalah aliran yang terindikasi melakukan penistaan agama, sehingga meresahkan masyarakat.

Pernyatan Bupati ini dikeluarkan berdasarkan data di Kementerian Agama, bahwa hingga saat ini pesantren atau madrasah yang dipimpin oleh Ustadz Tajul Muluk atau Ali Murtadla tidak terdaftar di Kemenag. “Bahkan di Bakesbang Sampang juga tidak terdaftar. Jadi ini ilegal,” kata Noer Thjaja menjelaskan.
 
"Konflik ini lebih tepat dikatakan sebagai perselisihan saudara kandung satu ayah satu ibu, hanya saja kebetulan mereka mempunyai pengikut, dan salah satunya diindikasi telah melakukan penistaan agama," tegasnya.
 
Dengan demikian, Ketua DPC PKB Sampang ini meminta para wartawan untuk ikut berperan menciptakan Sampang tetap menjadi kabupaten yang damai dan kondusif.
 
"Semua wartawan jangan mengambil isu provokatif. Saya harap lebih menjalankan fungsi edukasi, bukan provokasi,"kata Noer Thjaja berharap.
 
Dalam kesempatan tersebut, juga ada pernyataan sikap dari PCNU Sampang yang dibacakan KH Faidlol Mubarok (Wakil Ketua PCNU Sampang).
 
Dalam pernyataan tersebut, PCNU Sampang menyatakan bahwa ajaran yang dijalankan Ustadz Tajul Muluk adalah sesat dan menyesatkan serta terjadi penistaan agama. [nu online/ndis]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU