KH. Syarifudin Damanhuri, Ketua MUI Kabupten Bangkalan

Bangkalan, Seruu.com – Mencuatnya kasus pembakaran yang dilatar belakangi konflik agama yang terjadi di Dusun Nangkernang, Desa Karagayam, Kecamatan Omben, kabupaten Sampang, untuk tidak terjadi hal serupa di kemudian hari di kabupaten Bangkalan, Madura, Selasa (2/1/2012) Majelis Ulama’ Indonesia (MUI) kabupaten Bangkalan mengajukan peraturan daareh (Perda) larangan anti aliran sesat.

“Untuk menjaga kondusifitas dan mengantisipasi konflik yang di latarbelakangi agama seperti yang terjadi di Sampang, kami mengajukan Perda larangan aliran sesat di kabupaten Bangkalan pada dewan dan beliau menerima dengan baik,” terang KH. Syarifudin Damanhuri, Ketua MUI Kabupten Bangkalan, Selasa (2/1/2012).

Damanhuri menjelaskan, pihaknya meminta dalam pengajuan Perda tersebut tidak hanya di peruntukkan pada aliran Syiah saja, namum pada semua aliran yang meresahkan dan menyesatkan pada masyarakat agar supaya dilarang.

“Setiap paham dan aliran yang menyesatkan masyarakat tersebut seperti, Syiah, Ahmadiyah, Islam Liberal agar dilarang dengan di keluarkannya perda itu, terkecuali mengadakan agama lain selain agama Islam,” tandasnya.

Ditegaskan Damanhuri, aliran Syiah Imamiyah Isna Asyariyah yang ada di Madura, khususnya yang ada di kecamatan Tanjung Bumi Bangkalan, mereka sudah menyatakan bahwa dalam kitab referensi mereka mempunyai kitab suci dari siti fatimah yang banyaknya tiga kalilipat dari Al - Quran.

“Menganggap ada nabi setelah Nabi Muhammad, mengurangi dan menambah isi Al-Quran itu jelas aliran sesat, serta MUI pusat menyatakan aliran tersebut aliran sesat, sehingga perlu di bentuk Perda larangan,” ungkapnya. [mif]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU