ilustrasi

Banda Aceh, Seruu.com - Setelah menjebol plafon kamar tahanan dan menyambung 7 helai kain sarung, 16 tahanan di Rutan Idi-Aceh Timur berhasil kabur. Peristiwa tersebut terjadi Minggu (1/1) dinihari, sekira pukul 04.00 WIB. Hingga berita ini diturunkan, seluruh pelaku belum berhasil diringkus petugas.

Pengawasan sipir lemah karena saat insiden berlangsung, situasi di wilayah tersebut sedang turun hujan lebat. Para napi mengikat kain satu persatu, lantas mengkaitkannya ke atas tembok dinding yang berpagar duri. Selanjutnya mereka memanjat dan berhasil meninggalkan lokasi dengan aman. Dari hasil penyelidikan sementara diketahui, belasan tahanan berasal dari 4 kamar di dalam rutan.

Atas kejadian kemarin, Kepala Rutan Idi Amiruddin, SH membenarkan "Mereka kabur ketika petugas berjaga di bagian barat. Sedangkan tahanan lari setelah memanjat tembok setinggi tujuh meter di bagian timur,” ujar Amiruddin, SH.

Katanya, kasus lari massal para tahanan di sana dengan bantuan tapping (tahanan pendamping) yang sudah dipercaya sipir. Ia diperbantukan bertugas mensuplai air ke dalam kamar penghuni rutan. Saat kejadian, Taping berada di belakang kamar nomor 4, sehingga petugas yang berjaga di pos 1 (pos menara) tidak menaruh curiga atas keberadaannya.

"Setelah mengetahui penghuni kamar 4 tidak lagi berada berada di dalam kamar, petugas langsung memberitahukan kepada komandan jaga. Komandan beserta anggota regu A langsung melakukan pengecekan di sekitar rutan dan menemukan kain sarung yang telah disangkutkan ke tembok samping sebelah timur banggunan rutan. Kita telah laporkan kasus ini kepada polisi  Polres Aceh Timur dan pihak Kanwil di Banda Aceh,” tegas  Amiruddin.

Adapun nama-nama napi yang kabur, berdasarkan data yang diperoleh dari pihak rutan yakni, Muhammad (22) penduduk Desa Tanjong Tualang, Peurelak Barat. Abubakar (53) asal Cot Kulam, Pasir Putih, Peurelak. Ananda Rizki (18) Jeurat Mayang, Julok. M.Sabri (33) Lueng Sa,  Madat. Junaidi alias Kobra (28) Buket Selamat, RT Peureulak. Mustafa (27) Bukit Imum Cot Kulam, Peureulak Timur.

Kemudian Abdul Karim (24) warga Ranto, Aceh Barat. Mahyudin Alias Sidin Expres (43) asal Grong-Grong, Darul Aman.  Aiyub (29) Ulee Blang, Pante Bidari. Irfandi (34). Fadli (23) Uten Punti, Sawang, Aceh Utara. Firdaus Alias Aris (21) Alue  Goreb, Peurelak Timur. Zulfan Alias Apa Do (25) Cot Asan, Nurussalam. Zainal Abidin (21) Paya Pelawi, Birem Bayen.  Herman asal Desa Pulo Gambar, Deli. Dan Suriadi (22) Citra Buana, Alue Pinang, Penarun Aceh Timur.

Terkait kaburnya para tahanan tersebut, Kapolres Aceh Timur AKBP Drs Ridwan Usman mengungkapkan sudah membentuk tim untuk memburon. Selain itu, Kepolisian setempat juga mengaku sedang melakukan penyelidikan, terkait laporan dugaan kematian Muhammad (22), napi titipan hakim di rutan Idi, yang diduga meninggal akibat penganiayaan oknum sipir rutan. Hal ini diketahuinya usai menerima laporan dari keluarga korban.

Sedangkan dari hasil penyelidikan pihaknya, salah satu penyebab kaburnya para tahanan karena kontruksi banggunan rutan yang sudah lapuk.“Kita telah perintahkan semua jajaran Polres untuk  terus melakukan pengejaran. Meski sampai sejauh inibelum ada yang kita temukan,” ujar Ridwan Usman. [ndis]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU