Pengungsi banjir

Yogyakarta, Seruu.com - Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta Toni Agus Wijaya menyatajan, hujan yang terjadi Minggu (1/1/2012) dan menyebabkan tiga sungai banjir, masuk kategori hujan sangat lebat karena di atas 100 mm per 24 jam.

 

''Hujan sangat lebat ini berpotensi terjadi tiga hingga lima hari ke depan,'' kata Toni di Yogyakarta, Senin (2/1/2012).

Toni juag menjealskan bahwa curah hujan tinggi disebabkan adanya gangguan cuaca skala jangka pendek, terjadi gangguan di daerah dataran rendah di sekitar Yogya.

Meski dalam 3 sampai 5 hari ke depan akan turun  hujan deras tapi tidak sederas kemarin. ''Meski demikian masyarakat tetap waspada. Januari puncak musim  hujan,'' tutur Toni.

Akibat hujan deras kemarin, banjir Sungai Winongo terbesar dan menimbulkan dampak terparah ketimbang banjir Sungai Code dan Gajah Wong. Meski demikian, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan banjir tersebut belum perlu dikategorikan sebagai siaga bencana.

''Meski ratusan  rumah terendam, itu banjir biasa. Tidak ada korban jiwa,'' kata Sultan, Senin (2/1/2012).

Sultan menambahkan dampak yang dirasakan di Bantul lebih berat karena wilayah itu menampung air darin Sleman dan Kota Yogyakarta.

Sungai Winongo sendiri merupakan pertemuan beberapa sungai dari kawasan Sleman. Maka, wajar bila hujan kemarin membuat volume air di sungai ini besar dan arusnya jauh lebih cepat.

"Kalau ada belokan-belokan, air mesti menerjang pemukiman. Agar air tak menerjang pemukiman, dibronjong?" kata Sultan.

Sementara itu, Pemprov DIY mengatakan siap membantu penyediaan berbagai fasilitas, termasuk bronjong dan siap memanfaatkan dana 'on call' misalnya dari BNPB apabila memungkinkan.

Akibat banjir di tiga sungai di Yogyakarta, dari informasi yang diperoleh Seruu.com menyebutkan, setidaknya 414 rumah warga di tujuh kecamatan di Kota Yogyakarat terendam.

Ketujuh kecamatan yang kebanjiran diantaranya Kecamatan Jetis (15 rumah), Tegalrejo (80 rumah), Gondokusuman (57 rumah), Umbulharjo (147 rumah), Kotagede (15 rumah), Ngampilan (59 rumah), Gedongtengen (41 rumah). Rata-rata air memasuki rumah warga dengan ketinggian 30 cm hingga 150 cm.

Sedang di Bantul, ratusan rumah digenangi air. kerusakan terparah di Dusun Glondong, Tirtonirmolo. Puluhan KK masih menginap di pengungsian. [bw]
 

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU