Ustad Tajuk Muluk (Kiri) bersama kuasa hukumnya Habib Muhammad Hadun Al Hadar di kantor LBH Surabaya, Senin (2/1/2012)
Kami ini difitnah oleh orang-orang anti Syiah. Kaum kami dituduh bisa tukar menukar istri, adzannya beda dengan yang umumnya, dan tidak mewajibkan sholat Jumat. Meski demikian kami tetap tunduk pada Pancasila dan UUD 1945

Surabaya, Seruu.com  -  Usulan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim  agar  kaum Syiah direlokasi ditolak mentah-mentah oleh tokoh Syiah Sampang, Ustad Tajuk Muluk.

Saat berada di LBH Surabaya, tokoh Syiah Sampang, Madura ini mengatakan bahwa pengikut Syiah Sampang menolak untuk direlokasi karena setiap warga Negara memiliki hak-hak untuk dilindungi.

”Kami tetap bertahan di lokasi pengungsian, kami punya hak untuk dilindungi oleh Negara,” ujarnya saat ditemui bersama kuasa hukumnya Habib Muhammad Hadun Al Hadar di kantor LBH Surabaya, Senin (2/1/2012).

Tajuk Muluk mengungkapkan alasan penolakan relokasi dikarenakan nantinya di lokasi yang baru akan ada perlawanan dari masyarakat setempat seperti yang dialami di Sampang.

”Kami di rumah sendiri saja diusir dan dilindungi pihak kepolisian, apalagi ditempat relokasi,” ujarnya.

Tajuk menceritakan bahwa konflik Sunni-Syiah di Sampang sudah terjadi sejak tahun 2004.” Kami ini difitnah oleh orang-orang anti Syiah. Kaum kami dituduh bisa tukar menukar istri, adzannya beda dengan yang umumnya, dan tidak mewajibkan sholat Jumat. Meski demikian kami tetap tunduk pada Pancasila dan UUD 1945,” pungkasnya. [yud]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU