Banjir Purworejo

Purworejo, Seruu.com – Ribuan rumah di 18 desa wilayah Kecamatan Bagelen dan Purwodadi, Kabupaten Purworejo (Jateng), Senin (2/1/2012) terendam. Banjir menggenangi wilayah itu akibat luapan Sungai Bogowonto. Banjir juga menggenangi tiga desa di Kecamatan Bayan, akibat meluapkanya sungai Jali.

 

Air masih menggenangi ribuan rumah dengan ketinggian satu hingga dua meter di Kecamatan Bagelen dan Purwodadi. Banjir paling parah di Desa Dadirejo, sebanyak 300 KK di Dusun Karangjambu, Jurangkah, Karangnongko, dan Kuwojo, rumahnya terendam air dengan ketinggian satu sampai 1,5 meter.

Warga Karangjambu bahkan terjebak air tidak bisa keluar rumah. Beberapa pemuda bahkan harus membuat rakit dari batang pisang bila ingin keluar rumah untuk sekadar membeli makanan.

Camat Bagelen, Setiyadi SSos, di Desa Bapangsari banjir juga meluapi rumah 424 KK setinggi 75 sampai satu meter di Dusun Joho, Bapangan, Sudiromo, Srapah, dan Pucungan. Selian rumah warga, fasilitas umum seperti 5 masjid, 6 musala, 1 SD dan 1 TK terendam air setinggi 80 cm.

Di Desa Bagelen sendiri air seetinggi 0,5 m sampai satu meter meluapi rumah milik warga sejumlah 500 KK di Dusun Krajan, Bedug, Kalibelung, Segelo, dan Kediren. Sedang di Desa Bugel air setinggi 0,5 m sampai satu meter merendam rumah milik 60 KK di Dusun Sembir dan Bugel, termasuk merendam balai desa, masjid, musala, SD dan TK. Sementara di Clapar membanjiri tanaman padi, jagung, dan kacang tanah seluas 10 hektar.

Selain banjir, di Kecamatan juga terjadi bencana tanah longsor di Desa Semono dan Sokoagung. Di Semono jalan kabupaten sepanjang tujuh meter tertutup longsoran tanah. Sedang di Desa Sokoagung, tanah longsor menimpa rumah milik Jafar (34) hingga dinding rumahnya rusak parah. Walau demikian, tidak ada korban jiwa dalam tanah longsor tersebut.

"Banjir juga meluapi lahan persawahan. Bila nanti siang air menyusut, padi berusia 40 hari bisa terselamatkan. Namun bila terendam sampai empat hari, dipastikan petani akan mengalami kerugian karena harus menanam ulang," ujar Setiyadi.

Tanaman padi yang terendam air di Desa Dadirejo seluas 2 ha, Bapangsari 15 ha, dan Bagelen 10 ha, Bugel 15 ha, dan Clapar 10 ha.

Sementara itu Camat Purwodadi Drs H MGS Sukusyanto MM menginformasikan, di wilayahnya ada 10 desa yang terendam air luapan Sungai Bogowonto, yakni Desa Jenar Wetan, Kebonsari, Purwosari, Sidorejo, Ketangi, Karangsari, Guyangan, Banjarsari, Bubutan, dan Purwodadi. Rata-rata ketinggian air satu meter hingga 1,5 meter. [py]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (1 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU